Satlinmas

Istilah Linmas yang merupakan singkatan dari Perlindungan Masyarakat telah mengalami distorsi pengertian sehingga terjebak dalam anggapan umum yang hanya mengaitkan dengan sebuah fungsi dalam masyarakat yaitu fungsi linmas atau lebih dikenal dengan Pertahanan Sipil atau Hansip. Merunut kepada kenyataan tersebut maka perlu di gali kembali tentang istilah dan pengertian dari Perlindungan Masyarakat dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) itu sendiri.

Pengertian Satuan Perlindungan Masyarakat dapat ditemukan pada Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penugasan Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Penanganan Ketenteraman, Ketertiban, Dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilihan Umum pada pasal 1 butir 1 yaitu : Satuan Perlindungan Masyarakat yang selanjutnya disebut Satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.

Linmas di bawah Satpol PP

Awal tahun 2010 telah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja pada tanggal 6 januari 2010, dan pada pasal 3, 4 dan 5 huruf d termasuk pada penjelasannya  tertulis : “Tugas perlindungan masyarakat merupakan bagian dari fungsi penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, dengan demikian fungsi perlindungan masyarakat yang selama ini berada pada Satuan Kerja Perangkat Daerah bidang kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat menjadi fungsi Satpol PP”…. artinya fungsi linmas yang sekarang berada di OPD Kesbangpol linmas harus pindah menjadi bagian Satpol PP dan paling lambat penyesuaiannya 2 tahun ke depan.

Kami tidak mempermasalkan tentang institusi mana yang membina linmas, tetapi dimanapun linmas berada bagaimana konsep pembinaannya kedepan termasuk optimalisasi fungsi linmas dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. Berikut disampaikan beberapa ulasan dari fungsi linmas berdasarkan asas legalitas, yaitu :

  1. Fungsi Linmas sebagai bagian dalam penanggulangan bencana
  2. Fungsi Linmas sebagai bagian dalam Pengamanan Pemilu
  3. Fungsi Linmas sebagai bagian dalam antisipasi terorisme
  4. Fungsi Linmas dalam Keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat
  5. Fungsi Linmas dalam kegiatan Sosial masyarakat lainnya.

Linmas dan Bencana

Jika kita menelusuri Undang – Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan turunannya yaitu Peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, memang tidak disebutkan secara jelas keberadaan linmas, akan tetapi dalam Pasal 27 UU 24 tahun 2007   disebutkan tentang kewajiban masyarakat dalam penanggulangan bencana dan anggota linmas di lapangan rata-rata telah menerima pelatihan ataupun pendidikan tentang penanggulangan bencana, sehingga dapat dioptimalkan manakala terjadi sebuah bencana di suatu tempat.

Linmas dan pemilihan Umum

Pemilihan Umum adalah kegiatan akbar secara nasional termasuk mendapat sorotan dunia internasional, dan disini fungsi anggota linmas sangat vital berkaitan erat dengan pengamanan Tempat pemungutan suara di seantero Nusantara. Termasuk secara legalitas dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 tahun 2009 tentang Penugasan satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Penanganan Ketentraman, Ketertiban Dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Tapi apakah seorang anggota satlinmas hanya di fungsikan 5 tahun sekali?….  pada saat pemilu saja?… ironis bukan.

Linmas dan Terorisme

Maraknya teror yang terjadi di negeri tercinta ini menjadi rongrongan ketenangan peri keidupan masyarakat Indonesia tercinta ini dan secara kelembagaan Pemerintah melalui POLRI telah membentuk Densus 88 Anti Teror yang telah menorehkan berbagai prestasi dalam pemberantasan terorisme termasuk yang terbaru adalah terorime aceh dan penggerebegan di daerah pamulang Provinsi Banten. Tetapi hal itu akan lebih efektif manakala terjadi manunggal antara rakyat dengan petugas   di dalam mengantisipasi pekembangan terorisme ini dan salah satu langkah praktis dan sederhana adalah optimalisasi fungsi masyarakat dalam satuan linmas menggalakan lagi Siskamling dan 1x 24 jam tamu wajib lapor serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keberadaan orang luar yang ada di wilayahnya. Secara legalitas telah tercantum dalam Permendagri No. 12 tahun 2006 Tentang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)

Tugas Linmas :

  1. Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi satuan perlindungan Masyarakat serta pengamanan swakarsa
  2. Menyusun prosedur tetap, petunjuk teknis dan pelaksanaan satuan perlindungan masyarakat serta pengamanan swakarsa
  3. Mengidentifikasi dan menyusun usulan sarana prasarana satuan perlindungan masyarakat dan pengamanan swakarsa
  4. Menyusun kebutuhan satuan perlindungan masyarakat yang bertugas di TPS dan teknis pelaksanaan pembekalan pada pemilu
  5. Menyiapkan satuan perlindungan masyarakat dalam rangka mendukung pengamanan penyelenggaraan pemilu
  6. Menyiapkan dan melakukan kesiapsiagaan satuan perlindungan masyarakat untuk penugasan, pencarian, pertolongan dan penyelamatan korban bencana
  7. Mengkoordinasikan dan bekerjasama dengan instansi terkait dalam pengembangan satuan perlindungan masyarakat
  8. Membuka pos pantau bencana sebagai media informasi satuan perlindungan masyarakat
  9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Bidang